Rabu, 03 Desember 2014

Do'a supaya hutang cepat lunas

By Semesta Ilmu | At 20.07 | Label : | 0 Comments
Problem hidup memaksa harus berhutang. Keinginan memiliki sesuatu atau ingin mengembangkan bisnis membuat kita jadi berhutang. Ketika dana segar itu sudah kita dapatkan ternyata apa yang kita rencanakan jauh dari target yang kita inginkan. Usaha yang dikembangkan gagal total. 

Kegagalan inipun terkadang memaksa untuk berhutang kembali. Berhutang kembali kepada orang pertama atau berganti mencari dana segar dari pihak lain. Terkadang mencari pinjaman lain untuk menutup hutang yang lainnya. Galih lobang tutup lobang, pinjam uang untuk bayar hutang.

Pada akhirnya keadaan sudah tak memungkinkan lagi mencari sumber pendapatan, tidak ada lagi orang yang bisa diandalkan meminjam uang. Jika sudah begini akan menjadi bingung dan bersedih. Menjadi lemah dan malas. Menjadi orang yang pengecut, menjadi orang yang penuh perhitungan, menjadi pelit.

Menjadi kecewa terhadap keluarga, saudara, teman dll. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan. Sampai tersadar bahwa masih ada harapan. Ada Allah yang siap menerima keluh kesah. Masih ada Allah tempat berharap dan memohon pertolongan. 

Berikut adalah adalah do'a yang diajarkan Rasulullah kepada sahabat yang sedang menghadapi masalah hutang. Do'a ini di baca setiap pagi dan sore. Bisa juga setiap selesai sholat fardhu. Mari kita bantu berdo'a agar mereka yang berhutang bisa cepat lunas. 

bacalah do’a:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”


Bisa juga ditambah dengan 2 ayat surat Ali Imron ayat ke 26 dan 27 
Allah ta'ala berfirman:


قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكِ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُُ {26} تُولِجُ الَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ {27}
"Katakanlah, 'Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki, Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang, dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)." (Ali Imran: 26-27).

Mohon bantu dishare kepada teman-teman anda di facebook, grup bbm, grup wa dll.

Bantu berikan komentar Aamiin agar mereka yang berhutang bisa cepat lunas

Senin, 01 Desember 2014

Ini yang membuat orang beriman kaya

By Semesta Ilmu | At 18.33 | Label : | 0 Comments
Banyak orang yang terjebak dengan dunia...
Banyak orang memburu dunia untuk bahagia...

Hanya orang beriman yang akan selamat akan urusan dunia. Bagi orang beriman bukan sekadar kaya saja... tetapi bagaimana kekayaan itu bisa menyelamatkan dari siksa api neraka..

Makanya orang beriman akan berusaha mencari penghasilan yang halal..

Berbeda orang kafir, ia akan menghalalkan segala cara. Apapun akan dilakukan untuk mengeruk keuntungan yang sebanyak-banyaknya...

Keingkaran terhadap Allah menjadikannya merugi, meskipun ia kaya, meskipun dia berbuat amal kebaikan dengan menyumbangkan sebagian rezekinya untuk membantu orang kesusahan, mendirikan berbagai sarana yang membantu orang banyak. Pondasi dasarnya adalah iman. Ketika sudah ingkar maka berapapun harta takkan mampu menghalangi dari siksa api neraka.

Allah berfirman : 
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong".(3:91)

Setiap hari keimanan ini mesti di jaga terus, ditingkatkan amal ibadahnya, bukannya semakin kendor ketika dapat musibah ataupun menjadi lalai ketika mendapatkan kekayaan.

Mari kita istiqomah dengan keimanan kita. Menjadi orang yang bersemangat dalam melakukan amal ibadah maupun bekerja. Tidak perlu takut dan bersedih dengan berbagai problem dunia yang dihadapi. Kaya dan miskin adalah ujian belaka, apakah kita tetap istiqomah dengan keimanan kita ataukah menjadi kita berpaling dari keimanan. Bergembiralah kita dengan keimanan ini.

Allah berfirman :
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fush-shilat [41] : 30) 

Tetap bersemangat terus kawan. 
Kita mau kaya ya masuk syurga juga...
Semangat memburu syurga...

Mintalah kepada-Nya anda takkan dikecewakan

By Semesta Ilmu | At 15.00 | Label : | 0 Comments
Ketika usaha sedang surut, ketia penghasilan sedang menurun...
Ketika saudara tidak ada yang peduli
Ketika teman yang dulunya meminta bantuan kepada kita tak bisa diminta bantuan...

Ketika semua jalan terasa buntu...
Ketika kita sudah bingung...
Ketika harapan kita kepada manusia dikecawakan...

Apakah kita merasa bahwa apa yang kita usahakan selama ini semata-mata karena hasil usaha kita...
Apakah kita tak menyadari bahwa Allahlah yang memberikan semua itu...

Mari sejenak kita membuka lembaran-lembaran petunjuk yang sering kita lupakan. Coba kita perhatikan bagaimana Allah memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya.
Allah berfirman:

"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu maka dari Allah-lah (datangnya) dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan maka hanya kepadaNyalah kamu meminta pertolongan." (QS An Nahl: 53).

"Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Yunus: 107).

Cukuplah Allah tempat kita berharap...
Kepada-Nya-lah kita beribadah dan memohon pertolongan...

Allah berfirman, "Katakanlah: Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS Ali Imran: 26).

Marilah kita mendekat kepada Allah...
Kita cek kembali apa saja yang sudah kita lakukan...
Banyak salah dan dosa yang kita perbuat. Banyak kelalaian yang kita lakukan. Banyak waktu yang kita sia-siakan.

Ya Allah maafkanlah kesalahan-kesalahan kami, mpunilah dosa-dosa kami dan rahmatilah kami.

Minggu, 30 November 2014

Amalan agar rezeki mengalir kepada kita

By Semesta Ilmu | At 18.19 | Label : , | 0 Comments
Apakah  rezeki kita seret, susah sekali mendapatkannya. Bingung bagaimana cara membelikan  susu bayi ketika ia menangis. Bingung bagaimana cara mengalihkan agar bayi tak menangis. Tidak tahu harus bagaimana caranya meningkatkan pendapatan sementara pengeluaran semakin besar. Harga-harga semakin merangkak naik seiring BBM yang naik.

Ada gambar gembira yang mesti membuat anda tersenyum. Anda mesti bersyukur karena ada yang memberi janji yang tak akan mengingkarinya. Kebanyakan orang berjanji sering meleset. Ini beda. Dia akan menepati janjinya ketika syaratnya sudah terpenuhi. Apakah itu? Baiklah. Simaklah firman Allah berikut:

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3)

Yakinlah jika kita bertaqwa maka Allah akan memberikan solusi atas problem yang kita alami. Yakinlah Allah akan memberikan rezeki yang tiada disangka. Lalu bagaimanakah supaya kita bertaqwa. Apa sajakah amalan supaya kita bisa bertaqwa.

Berikut ini akan saya berikan satu bocoran tentang satu amalan yang bisa anda lakukan agar menjadi orang bertaqwa. Allah berfirman :
 وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.
(QS Ali 'Imran : 133 - 135)

Amal ibadah yang dilakukan seorang hamba bertaqwa salah satunya adalah senantiasa beristighfar. Memohon ampunan pada Allah. Dia akan menjadi bersemangat untuk bangkit. Ia menyadari bahwa dirinya banyak salah. Banyak kelalaian yang dilakukan. Kedekatan pada Allahlah yang membuatnya menjadi tenang ketika dia senantiasa ingat pada Allah. Ia akan tersadar bahwa masalah apapun yang kita hadapi dapat diatasi dengan salah satunya, yaitu istighfar.

Rasulullah SAW bersabda,

"Barangsiapa yang merasa rezekinya lambat atau tersendat-sendat, maka hendaknya Ia beristighfar kepada Allah." (HR. Baihaqi dan Ar-Rabi'i)


"Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan melapangkan setiap kesusahannya, memberi jalan keluar pada setiap kesukarannya, dan memberinya rezeki tanpa diduga-duga."
(HR. Abu Dawud dan Nasa'i)

Suatu hari Rasulullah SAW tengah berkumpul bersama sejumlah sahabatnya di masjid. Kemudian masuklah empat orang lelaki. Setiap dari mereka datang membawa masalah yang ingin disampaikan kepada Rasulullah SAW. Orang pertama mengeluh karena di daerahnya sudah lama tidak turun hujan. Rasulullah SAW menasehatinya,"Beristighfarlah". Orang kedua mengeluh karena sudah lama menikah tapi belum dikaruniai keturunan. Rasulullah SAW bersabda,"Beristighfarlah". Orang ketiga mengeluhkan kesulitan ekonominya. Rasulullah SAW lalu berkata,"Beristighfarlah". Orang keempat mengeluhkan tanah pertaniannya yang sudah tidak subur lagi. Lagi-lagi beliau SAW bersabda,"Beristighfarlah". Abu Hurairah yang saat itu ada bersama mereka terheran-heran, kemudian ia bertanya kepada Nabi,"Ya Rasulullah, mengapa masalah yang berbeda-beda tetapi penawarnya hanya satu?" Rasulullah SAW kemudian membaca surat Nuh 10 - 12 :
 "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai- sungai”.
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya mengatakan,"Maknanya, jika kalian bertaubat kepada Allah, meminta ampun kepada-Nya dan kalian senantiasa menaati-Nya, niscaya Dia akan membanyakkan rezeki kalian, menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit, mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian, melimpahkan air susu perahan hewan ternak untuk kalian, membanyakkan harta dan anak-anak untuk kalian, menjadikan kebun-kebun yang didalamnya terdapat bermacam buah-buahan untuk kalian, serta mengalirkan sungai-sungai di antara kebun-kebun itu (untuk kalian)."

Berapa banyakkah istighfar yang mesti diucapkan, dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim didapati bahwasanya Rasulullah SAW setiap hari tidak pernah lupa beristighfar, dan dalam 1 hari beliau bisa beristighfar tidak kurang dari 70 kali, bahkan dalam suatu riwayat bisa sampai 100 kali.

Dalam buku "At-Tadawi bil istighfar" halaman 52 Karya Hasan bin Ahmad Hammam, dikisahkan bahwa dengan istighfar dagangan akan menjadi laris.

Dalam kitab tersebut diceritakan "Seorang lelaki pergi ke pasar untuk menjual dagangannya. Waktu itu pasar penuh sesak dengan penjual dan pembeli. Dia duduk di tempat yang disiapkan untuk jualan dan menjajakan dagangannya. Waktu berlangsung lama tapi tak seorangpun tertarik dengan dagangannya. Orang-orang hanya melihat lalu pergi. Dia sangat membutuhkan uang sehingga mau tidak mau harus menjual barang dagangannya. Waktu sudah berjalan cukup lama namun tak seorangpun membeli dagangannya.

Dia merasa sempit dan berfikir keras apa yang arus dilakukan. Seketika dia ingat sebuah Hadis (Hadis keutamaan istighfar) yang pernah didengarnya dari imam masjid. Maka diapun mulai beristighfar dan terus beristighfar.

Dia bercerita, "Demi Allah, tatkala saya mulai beristighfar orang-orang mulai datang, yang ini ingin membeli yang lain juga ingin membeli, yang lain lagi menaikkan tawaran lebih tinggi, mereka berebut untuk membeli dagangan saya.

Aku pulang dengan membawa banyak uang, sementara air mataku menetes karena selama ini telah melalaikan barang yang sangat berharga. yakni istighfar maka lidahku tak henti-hentinya memuji alhamdu lillahi Rabbil Alaimin".


Wallahu a'lam bishowab

susu kambing merk GO MILK

By Semesta Ilmu | At 17.44 | Label : , , , , | 0 Comments
nama : ruly ariandi
jenis kelamin : pria
usia : 33 tahun
alamat tempat tinggal : kp. babakan rt. 4 rw. 6
desa : ciapus
kec :ciomas
kab : bogor
provinsi :jawa barat
kode pos : 16110
alamat fb : ruly ariandi
twitter : rulyariandi
no hp : 089639432188
no wa : 089633627244
email : jamur043@gmail.com
profil usaha : susu kambing merk GO MILK dengan rasa original,strawberry dll

uraian usaha : susu kambing merk GO MILK dengan rasa original, srawberry dll diproses dengan sistem kejut listrik sehingga dapat disebut jg susu listrik atau sulis


Bersyukurlah maka anda akan kaya

By Semesta Ilmu | At 04.18 | Label : , , | 0 Comments
Kaya ataupun miskin merupakan ujian keimanan seseorang. Apakah ia akan tetap dengan keimanannya ataukah ia akan jadi goyah, imannya jadi luntur dan terjerumus melakukan kesalahan dan dosa.

Ketika anda dalam keadaan susah mampu bersabar dan ketika nikmat itu menghampiri anda membuat anda lupa, anda merasa bahwa ini hasil usaha anda. Anda mungkin jadi tidak lagi rajin ibadah. Anda jadi sebuk dengan pekerjaan. Sudah seharusnya ketika kita dalam keadaan susah mesti bersabar dan sudah selayaknya ketika kenikmatan menghampiri mampu kita syukuri. Nabi Sulaiman memberikan keteladan ketika anugerah Allah diterimanya. Ia memahami hakikat ini adalah ujian belaka

"Ini adalah sebagian anugerah Tuhan-Ku, untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau kufur" (QS An-Naml [27]: 40).

Marilah kita senantiasa mensyukuri berapapun yang kuta dapatkan hari ini. Bukannya mengeluh dengan seretnya rezeki. Ini bagian dari perintah Allah.

"Jika kamu bersyukur pasti akan Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih." (QS lbrahim [14]: 7)

Semakin banyak kita bersyukur maka Allah akan tambahkan nikmatnya. Semakin rajin berinfaq semoga akan semakin bertambah rezeki kita.

Sabtu, 29 November 2014

Ini dia Amalan 40 hari jadi kaya

By Semesta Ilmu | At 20.13 | Label : | 0 Comments
Setiap orang pasti mempunyai permasalahan, baik masalah keuangan, jodoh, rumah-tangga, penyakit dan hajat-hajat yang lainnya. Semua permasalahan itu sangatlah kecil dihadapan Allah, dengan mudah Allah menyelesaikan permasalahan kita tersebut atau mungkin menghambat masalah yang bakal muncul (tolak bala).

Banyak orang yang telah memperaktekkan Riyadhah 40 hari ini, dan hasilnya luar biasa. Berikut Cara sukses dalam 40 hari ala Yusuf Mansur:

Riyadhah 40 Hari

 "Sesiapa yang berjalan menuju Allah, Allah akan berlari menuju dia. Siapa yang berlari menuju Allah, maka Allah akan melompat kepadanya".
Jaga Shalat Tahajjud 8 Rakaat + Witir 3 Rakaat.
Jaga Shalat Shubuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. (Khusus soal shalat, terkandung di dalamnya menjaga berjamaah, di masjid, lengkap dg qabliyah dan ba'diyahnya. Juga Sunnah Tahiyyatul Masjid, sbg tanda kita dtg sebelom wktnya azan/pra-ontime).
Jaga Waaqi'ah sesudah shubuh atau sesudah ashar (boleh pilih).
Jaga Shalat dhuha 6 Rakaat. Yang kuat, 12 rakaat.
Baca zikir usai shalat, plus yaa fattaah yaa rozzaaq 11x, plus ayat kursi, plus qulhu 3x. Ini setiap usai shalat.
Khusus usai shalat shubuh dan ashar, ditambah 4 ayat terakhir surah al Hasyr.
Jaga setiap hari membaca 300x laa hawla walaa quwwata illaa billaah. Boleh 100x. Dan boleh dibagi-bagi di 5 waktu shalat.
Jaga setiap hari baca Istighfar 100x.
Jaga setiap hari baca subhaanallaahi wabihamdihi subhaanallaahil 'adzhiem 100x pagi dan 100x sore. (Boleh habis dhuha dan habis ashar/jelang maghrib).
Jaga setiap hari baca Yaasiin (bebas waktunya kapan saja, yg penting 1hr 1x).
Tutup malam dg shalat sunnah 2 rakaat; baca Qulyaa di rakaat pertama, Qulhu di rakaat kedua. Setelahnya baca salah satu dari as Sajdah, Tabaarok, atau ar Rohmaan.

Jaga ini selama 40 hari. Berjuang ya. Terutama shalat tepat waktu, di masjid, plus qabliyah ba'diyahnya. Barengi dengan Puasa Daud supaya enteng.
Semoga Allah menyegarkan badan kita semua, menyehatkan kita semua. Yah, dihitung-hitung daripada lembur ga keruan, kerja rodi ga keruan dlm mencari rizki, dan daripada berobat ke rumah sakit. Mending ngelakuin riyadhah dah. Ampuh banget-banget. Kepada Allah dan untuk Allah kita lurusin niat kita ya.

pengobatan tradisional terapi

By Semesta Ilmu | At 19.54 | Label : , , , | 0 Comments
nama : pontok
Jenis kelamin : Laki-laki
Usia :  32 tahun
Alamat :  Jl. Wijaya kusuma I no. 12 rt 03 rw XIV purwodadi kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan Jawatengah

Fb : https://facebook.com/groups/501734256556592
Twiter @ dek_can_ger
Cp : 0878 3317 2217
WA : 0878 3317 2217
BB : 2B41A2BA
Email : abdhi_gusty@yahoo.com

Usaha : pengobatan tradisional terapi










Banyakin Shalat Dhuha anda kaya

By Semesta Ilmu | At 19.11 | Label : , | 0 Comments
Kaya amal itu harus, kaya harta itu karunia dari Allah yang harus disyukuri. Meluruskan niat anda yang ingin kaya bahwa kekayaan itu bukanlah suatu tujuan yang harus dicapai. Kekayaan itu hendaknya tidak meninggalkan dan melalaikan dari kewajiban. Kerangka awal yang mesti ditanamkan adalah bahwa tujuan kita adalah dalam rangka ibadah.

Keimanan yang mendalam akan menuntun seseorang untuk tidak berfikir hanya ingin kaya. Kekayaan yang dimiliki akan senantiasa menambah kedekatannya pada Allah. Kekayaannya akan digunakan untuk menegakkan agama Allah, menolong saudaranya yang sedang dalam kesulitan. Peduli dengan urusan kaum muslimin.

Kekayaan itu memang akan melahirkan peluang amal yang tidak dimiliki mereka yang tidak memiliki kekayaan. Sedekah harta tidak akan bisa jika tak ada harta, berqurban tidak akan bisa dilakukan oleh yang tidak punya, ibadah haji akan mampu terlaksanakan jika ada kemampuan harta. Membangun masjid dan peluang amal lainnya.

Setiap amal akan dibalas oleh Allah baik itu di dunia atau kelak nanti di akhirat. Orang kaya yang bersyukur dengan menginfaqkan hartanya akan berbalas bertambahnya harta atau kelak akan mendapatkan balasan terbaik di akhirat. Siapa yang bersyukur maka Allah akan tambahkan nikmat. Siapa yang rajin bersedekah maka hartanya pun akan bertambah.

Masalahnya memang kemampuan untuk bersedekah tidaklah dimiliki oleh mereka yang tidak berpunya harta. Meskipun demikian peluang ini tertuup, banyak keterangan bahwa sedekah tidak melulu dengan harta, dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no.  720). 

Ini dia peluang amal dalam bersedekah cukup dengan shalat dhuha 2 rakaat. Tetapi ini bukan berarti anda yang sudah kelebihan harta tidak bersedekah dan menggantinya dengan shalat dhuha. Justeru bersedakah dengan harta iya, shalat dhuha juga iya.

Semoga harta kita barokah. Menjadi kaya yang bermanfaat dan masuk syurga.

Keutamaan Shalat Dhuha

By Semesta Ilmu | At 18.24 | Label : , | 0 Comments
Banyak yang belum memahami keutamaan shalat yang satu ini. Ternyata shalat Dhuha bisa senilai dengan sedekah dengan seluruh persendian. Shalat tersebut juga akan memudahkan urusan kita hingga akhir siang. Ditambah lagi shalat tersebut bisa menyamai pahala haji dan umrah yang sempurna. Juga shalat Dhuha termasuk shalat orang-orang yang kembali taat.

Di antara keutamaan shalat Dhuha adalah:

Pertama: Mengganti sedekah dengan seluruh persendian

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no.  720).

Padahal persendian yang ada pada seluruh tubuh kita sebagaimana dikatakan dalam hadits dan dibuktikan dalam dunia kesehatan adalah 360 persendian. ‘Aisyah pernah menyebutkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ

“Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian” (HR. Muslim no. 1007).

Hadits ini menjadi bukti selalu benarnya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun sedekah dengan 360 persendian ini dapat digantikan dengan shalat Dhuha sebagaimana disebutkan pula dalam hadits dari Buraidah, beliau mengatakan bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَبِى بُرَيْدَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « فِى الإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلاَثُمِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً ». قَالُوا فَمَنِ الَّذِى يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوِ الشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ

“Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad, 5: 354. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirohi)

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan,  “Hadits dari Abu Dzar adalah dalil yang menunjukkan keutamaan yang sangat besar dari shalat Dhuha dan menunjukkannya kedudukannya yang mulia. Dan shalat Dhuha bisa cukup dengan dua raka’at” (Syarh Muslim, 5: 234).

Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani rahimahullah mengatakan,  “Hadits Abu Dzar dan hadits Buraidah menunjukkan keutamaan yang luar biasa dan kedudukan yang mulia dari Shalat Dhuha. Hal ini pula yang menunjukkan semakin disyari’atkannya shalat tersebut. Dua raka’at shalat Dhuha sudah mencukupi sedekah dengan 360 persendian. Jika memang demikian, sudah sepantasnya shalat ini dapat dikerjakan rutin dan terus menerus” (Nailul Author, 3: 77).

Kedua: Akan dicukupi urusan di akhir siang

Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Penulis ‘Aunul Ma’bud –Al ‘Azhim Abadi- menyebutkan, “Hadits ini bisa mengandung pengertian bahwa shalat Dhuha akan menyelematkan pelakunya dari berbagai hal yang membahayakan. Bisa juga dimaksudkan bahwa shalat Dhuha dapat menjaga dirinya dari terjerumus dalam dosa atau ia pun akan dimaafkan jika terjerumus di dalamnya. Atau maknanya bisa lebih luas dari itu.” (‘Aunul Ma’bud, 4: 118)

At Thibiy berkata, “Yaitu  engkau akan diberi kecukupan dalam kesibukan dan urusanmu, serta akan dihilangkan dari hal-hal yang tidak disukai setelah engkau shalat hingga akhir siang. Yang dimaksud, selesaikanlah urusanmu dengan beribadah pada Allah di awal siang (di waktu Dhuha), maka Allah akan mudahkan urusanmu di akhir siang.” (Tuhfatul Ahwadzi, 2: 478).

Ketiga: Mendapat pahala haji dan umrah yang sempurna

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Al Mubaarakfuri rahimahullah dalam Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At Tirmidzi (3: 158) menjelaskan, “Yang dimaksud ‘kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at’ yaitu setelah matahari terbit. Ath Thibiy berkata, “Yaitu kemudian ia melaksanakan shalat setelah matahari meninggi setinggi tombak, sehingga keluarlah waktu terlarang untuk shalat. Shalat ini disebut pula shalat Isyroq. Shalat tersebut adalah waktu shalat di awal waktu.”

Keempat: Termasuk shalat awwabin (orang yang kembali taat)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يحافظ على صلاة الضحى إلا أواب، وهي صلاة الأوابين

“Tidaklah menjaga shalat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat). Inilah shalat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib 1: 164). Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Awwab adalah muthii’ (orang yang taat). Ada pula ulama yang mengatakan bahwa maknanya adalah orang yang kembali taat” (Syarh Shahih Muslim, 6: 30).

Semoga Allah memberikan kita hidayah dan taufik untuk merutinkan shalat yang mulia ini. Wallahu waliyyut taufiq.



@ Sakan 27 Jami’ah Malik Su’ud, Riyadh, KSA, 18 Dzulqo’dah 1433 H

www.rumaysho.com
◄ Posting Baru Posting Lama ►

Entri Populer

 

Copyright © 2012. Pedagang Muslim - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Bamz