Tampilkan postingan dengan label shalat dhuha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label shalat dhuha. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Desember 2014

Doa Waktu Dhuha

By Semesta Ilmu | At 16.07 | Label : , | 0 Comments



“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu dhuha-Mu, kecantikannya kecantikan-Mu, keindahannya keindahan-Mu, kekuatannya kekuatan-Mu, Kekuasaannya kekuasaan-Mu, Perlindungannya perlindungan-Mu.

Ya Allah, jika rezekiku masih di langit turunkanlah, jika di bumi keluarkanlah, jika sukar permudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika jauh dekatkanlah

Berkat waktu dhuha, Kecantikan-Mu, Keindahan-MU, Kekauatan-Mu, kekuasaan-Mu

Limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Sabtu, 29 November 2014

Banyakin Shalat Dhuha anda kaya

By Semesta Ilmu | At 19.11 | Label : , | 0 Comments
Kaya amal itu harus, kaya harta itu karunia dari Allah yang harus disyukuri. Meluruskan niat anda yang ingin kaya bahwa kekayaan itu bukanlah suatu tujuan yang harus dicapai. Kekayaan itu hendaknya tidak meninggalkan dan melalaikan dari kewajiban. Kerangka awal yang mesti ditanamkan adalah bahwa tujuan kita adalah dalam rangka ibadah.

Keimanan yang mendalam akan menuntun seseorang untuk tidak berfikir hanya ingin kaya. Kekayaan yang dimiliki akan senantiasa menambah kedekatannya pada Allah. Kekayaannya akan digunakan untuk menegakkan agama Allah, menolong saudaranya yang sedang dalam kesulitan. Peduli dengan urusan kaum muslimin.

Kekayaan itu memang akan melahirkan peluang amal yang tidak dimiliki mereka yang tidak memiliki kekayaan. Sedekah harta tidak akan bisa jika tak ada harta, berqurban tidak akan bisa dilakukan oleh yang tidak punya, ibadah haji akan mampu terlaksanakan jika ada kemampuan harta. Membangun masjid dan peluang amal lainnya.

Setiap amal akan dibalas oleh Allah baik itu di dunia atau kelak nanti di akhirat. Orang kaya yang bersyukur dengan menginfaqkan hartanya akan berbalas bertambahnya harta atau kelak akan mendapatkan balasan terbaik di akhirat. Siapa yang bersyukur maka Allah akan tambahkan nikmat. Siapa yang rajin bersedekah maka hartanya pun akan bertambah.

Masalahnya memang kemampuan untuk bersedekah tidaklah dimiliki oleh mereka yang tidak berpunya harta. Meskipun demikian peluang ini tertuup, banyak keterangan bahwa sedekah tidak melulu dengan harta, dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no.  720). 

Ini dia peluang amal dalam bersedekah cukup dengan shalat dhuha 2 rakaat. Tetapi ini bukan berarti anda yang sudah kelebihan harta tidak bersedekah dan menggantinya dengan shalat dhuha. Justeru bersedakah dengan harta iya, shalat dhuha juga iya.

Semoga harta kita barokah. Menjadi kaya yang bermanfaat dan masuk syurga.

Keutamaan Shalat Dhuha

By Semesta Ilmu | At 18.24 | Label : , | 0 Comments
Banyak yang belum memahami keutamaan shalat yang satu ini. Ternyata shalat Dhuha bisa senilai dengan sedekah dengan seluruh persendian. Shalat tersebut juga akan memudahkan urusan kita hingga akhir siang. Ditambah lagi shalat tersebut bisa menyamai pahala haji dan umrah yang sempurna. Juga shalat Dhuha termasuk shalat orang-orang yang kembali taat.

Di antara keutamaan shalat Dhuha adalah:

Pertama: Mengganti sedekah dengan seluruh persendian

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no.  720).

Padahal persendian yang ada pada seluruh tubuh kita sebagaimana dikatakan dalam hadits dan dibuktikan dalam dunia kesehatan adalah 360 persendian. ‘Aisyah pernah menyebutkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ

“Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian” (HR. Muslim no. 1007).

Hadits ini menjadi bukti selalu benarnya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun sedekah dengan 360 persendian ini dapat digantikan dengan shalat Dhuha sebagaimana disebutkan pula dalam hadits dari Buraidah, beliau mengatakan bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَبِى بُرَيْدَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « فِى الإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلاَثُمِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً ». قَالُوا فَمَنِ الَّذِى يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوِ الشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ

“Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad, 5: 354. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirohi)

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan,  “Hadits dari Abu Dzar adalah dalil yang menunjukkan keutamaan yang sangat besar dari shalat Dhuha dan menunjukkannya kedudukannya yang mulia. Dan shalat Dhuha bisa cukup dengan dua raka’at” (Syarh Muslim, 5: 234).

Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani rahimahullah mengatakan,  “Hadits Abu Dzar dan hadits Buraidah menunjukkan keutamaan yang luar biasa dan kedudukan yang mulia dari Shalat Dhuha. Hal ini pula yang menunjukkan semakin disyari’atkannya shalat tersebut. Dua raka’at shalat Dhuha sudah mencukupi sedekah dengan 360 persendian. Jika memang demikian, sudah sepantasnya shalat ini dapat dikerjakan rutin dan terus menerus” (Nailul Author, 3: 77).

Kedua: Akan dicukupi urusan di akhir siang

Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Penulis ‘Aunul Ma’bud –Al ‘Azhim Abadi- menyebutkan, “Hadits ini bisa mengandung pengertian bahwa shalat Dhuha akan menyelematkan pelakunya dari berbagai hal yang membahayakan. Bisa juga dimaksudkan bahwa shalat Dhuha dapat menjaga dirinya dari terjerumus dalam dosa atau ia pun akan dimaafkan jika terjerumus di dalamnya. Atau maknanya bisa lebih luas dari itu.” (‘Aunul Ma’bud, 4: 118)

At Thibiy berkata, “Yaitu  engkau akan diberi kecukupan dalam kesibukan dan urusanmu, serta akan dihilangkan dari hal-hal yang tidak disukai setelah engkau shalat hingga akhir siang. Yang dimaksud, selesaikanlah urusanmu dengan beribadah pada Allah di awal siang (di waktu Dhuha), maka Allah akan mudahkan urusanmu di akhir siang.” (Tuhfatul Ahwadzi, 2: 478).

Ketiga: Mendapat pahala haji dan umrah yang sempurna

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Al Mubaarakfuri rahimahullah dalam Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At Tirmidzi (3: 158) menjelaskan, “Yang dimaksud ‘kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at’ yaitu setelah matahari terbit. Ath Thibiy berkata, “Yaitu kemudian ia melaksanakan shalat setelah matahari meninggi setinggi tombak, sehingga keluarlah waktu terlarang untuk shalat. Shalat ini disebut pula shalat Isyroq. Shalat tersebut adalah waktu shalat di awal waktu.”

Keempat: Termasuk shalat awwabin (orang yang kembali taat)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يحافظ على صلاة الضحى إلا أواب، وهي صلاة الأوابين

“Tidaklah menjaga shalat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat). Inilah shalat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib 1: 164). Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Awwab adalah muthii’ (orang yang taat). Ada pula ulama yang mengatakan bahwa maknanya adalah orang yang kembali taat” (Syarh Shahih Muslim, 6: 30).

Semoga Allah memberikan kita hidayah dan taufik untuk merutinkan shalat yang mulia ini. Wallahu waliyyut taufiq.



@ Sakan 27 Jami’ah Malik Su’ud, Riyadh, KSA, 18 Dzulqo’dah 1433 H

www.rumaysho.com

Amalan-amalan cepet kaya

By Semesta Ilmu | At 03.50 | Label : , , , , | 0 Comments
Ngomong2..
Hari ini yang belum sempet infaq jangan ada yang ngaku...
Kalaupun sudah jangan pada kapok...
Besok infaq lagi...
Kalau hari ini dapat untung lumayan besar...
Tambah besar lagi donk infaqnya, bukannya dikecilin atau malah gak pernah lagi...

Hari ini sudah ngapain aja sih...
Kalau banyak salahnya ya... kita mesti minta maaf dan banyak2 beristighfar...
Kita harus bisa berlapang dada terhadap saudara lainnya...
Menjadi orang bermanfaat..
Bukan berarti kita hanya kasih manfaat..
Mereka aman dari gangguan kita itu lebih dari manfaat...

Hari ini yang gak sempet dhuha...
Besok dipersiapkan dhuha...
Kemarin malam yang belum sempet shalat malam... ayo kita malam ini sholat malam...

Kemarin senin yang belum sempet shoum sunnah, besok kita shoum sunnah kamis bagi yang sanggup...

Copas semua tulisan ini jadikan status di facebook anda, silahkan sebar ke grup wa lainnya, ke bbm dll.

"40 Hari Jadi Kaya" klik link ini ya --> https://www.facebook.com/pages/40-Hari-Jadi-Kaya/980898571926009

Semoga urusan kita dimudahkan dan rezeki kita barokah...
Kaya masuk syurga...

Sekian...
Semoga bermanfaat...
Posting Lama ►

Entri Populer

 

Copyright © 2012. Pedagang Muslim - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Bamz